Jl. Pattimura No. 1

Gedung MPP Bumi Sentang Lantai 2

Kabupaten Sintang 78611

08.00 - 15.00

Senin-Jumat

 

Wamen Todotua Pasaribu Resmikan Project Launching Pelabuhan Tanjung Carat, Solusi Strategis Logistik Sumsel

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menghadiri Pencanangan Pembangunan (Project Launching) Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (9/4). Proyek ini merupakan langkah krusial untuk mempercepat pembangunan infrastruktur logistik strategis guna mendukung transformasi ekonomi berbasis hilirisasi.

Pencanangan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada 31 Oktober 2025 mengenai pembangunan dan pengoperasian pelabuhan tersebut.

Efisiensi Logistik Sebagai Kunci Daya Saing

Dalam sambutannya, Wamen Todotua menekankan bahwa Pelabuhan Tanjung Carat adalah solusi atas tantangan utama di Sumatera Selatan, yakni biaya logistik dan komersialisasi sumber daya alam.

“Persoalan utama kita bukan pada sumber daya, tetapi pada kemampuan mengkomersialisasikan dan efisiensi logistik. Pelabuhan Tanjung Carat ini adalah solusi untuk meningkatkan kapasitas perdagangan dan memperbaiki daya saing kita,” tegas Todotua.

Ia mengingatkan bahwa kekayaan alam Sumsel, seperti batu bara, migas, dan hasil perkebunan, tidak akan memberikan nilai maksimal bagi masyarakat jika infrastruktur logistiknya tidak kompetitif.

Integrasi Ekosistem dan Rencana KEK Hilirisasi

Pengembangan pelabuhan ini dirancang untuk terintegrasi dengan berbagai infrastruktur pendukung dalam satu klaster, meliputi:

  • Jalan Tol dan Jalur Kereta Api untuk konektivitas darat.

  • Kawasan Industri terpadu.

  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK): Kawasan Tanjung Carat diusulkan menjadi KEK berbasis hilirisasi pertama, sesuai arahan Presiden untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri.

Potensi Investasi Sumatera Selatan

Wamen Todotua memaparkan data realisasi investasi Sumatera Selatan tahun 2025 yang mencapai Rp62,66 triliun. Investasi ini didominasi oleh:

  1. Sektor Industri Pengolahan (khususnya kertas dan percetakan).

  2. Sektor Pertambangan.

  3. Sektor Energi.

Menurutnya, tingginya angka investasi di sektor pengolahan menunjukkan arah transformasi ekonomi menuju basis industri yang kuat, sehingga keberadaan pelabuhan laut dalam menjadi sangat mendesak.

Komitmen Bersama dan Eksekusi Cepat

Pemerintah pusat telah memberikan dukungan penuh, termasuk dalam percepatan penyelesaian lahan. Todotua mengajak seluruh pihak untuk menjaga momentum ini melalui komitmen eksekusi yang nyata agar Sumatera Selatan tidak kehilangan peluang emas dalam transisi ekonomi global.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara, antara lain:

  • Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan)

  • Nusron Wahid (Menteri ATR/Kepala BPN)

  • Muhammad Qodari (Kepala Staf Kepresidenan)

  • Herman Deru (Gubernur Sumatera Selatan)

Kontak

Alamat

  • Jl. Pattimura No. 1 Gedung MPP Bumi Senentang Lantai 2
    Kel. Tanjung Puri Kec. Sintang,
    Kabupaten Sintang,
    Kalimantan Barat 78613
    Indonesia
 

Pengunjung

Hari ini1105
Minggu Ini9191
Bulan ini45938

sintangsintang
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang
Ikuti
Survei Kepuasan masyarakat
(SKM)